2 Alasan Pada Pemilu 2024, Maksimal Pemilih di TPS 300 Orang

Safir.id—Menyambut Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) merancang jumlah maksimal pemilih sebanyak 300 orang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda dengan Pemilu 2019 sebanyak 500 orang.

KPU telah mengatur jumlah maksimal pemilih di setiap TPS pada Pemilu 2024 tersebut pada Pasal 20 Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (RPKPU) tentang Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih dalam Pemilu.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari saat rapat dengan Komisi II DPR, Senin (3/10/2022), menjelaskan beberapa hal sebagai berikut yang dihimpun Safir.id dari Kompas.com:

Baca: DPRD PALI Kunker ke KPU Depok Belajar Anggaran Pemilu 2024

1. Berdasarkan Simulasi Pemilu 2019

Menurut Hasyim Asy’ari, pihaknya merancang maksimal 300 pemilih di setiap TPS pada Pemilu 2024 berdasarkan simulasi dan pelaksanaan Pemilu 2019 lalu.

Dari hasil simulasi tersebut, para pemilih membutuhkan waktu 5 hingga 7 menit untuk mencoblos 5 surat suara (surat suara Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota). Rata-rata durasi yang digunakan pemilih 5 sampai 7 menit di TPS. Dalam arti, 1 surat suara 1 menit. 5 surat suara berarti 5 menit.

Jika ada 300 pemilih dalam satu TPS, maka total waktu yang diperlukan mencapai 1.500 menit atau 25 jam. Dengan jumlah 4 bilik suara di setiap di TPS, maka durasi pencoblosan diperkirakan sekitar 6 jam.

Baca: KPU Gelar Lomba Maskot Pemilu 2024 Dengan Hadiah 30 Juta

2. Ini Hitung-Hitungan Waktu di TPS

Hasyim menjelaskan, jika jumlah pemilih di TPS 300 orang dikali 5 menit sama dengan 1500 menit. Kalau dikonversikan menjadi jam, sekitar 25 jam.

Kemudian, dengan adanya 4 bilik di TPS, maka 25 jam dibagi 4. Hasilnya durasi Pemilu 2024 di TPS sekitar 6 jam dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang.

Menurut dia, setiap TPS dioperasionalkan untuk melayani setiap pemilih. Oleh karena itu, TPS harus dirancang jumlah pemilih maksimal 300 orang.

Sementara, untuk Pilkada 2024 Hasyim menjelaskan, jumlah pemilih maksimal per TPS mencapai 500 orang, atau lebih rendah dari ketentuan. Menurutnya, hal itu juga sesuai dengan kesepakatan ketika pilkada serentak di masa pandemi COVID-19.

“Kalau pilkada di Undang-Undang Pilkada paling banyak jumlahnya 800. Dalam situasi COVID kemarin kita sepakati paling banyak 500,” ucapnya. TIM SAFIR

Baca: Catat Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2024 Dimulai 14 Oktober