6 Fakta Pergelaran Angklung Pecahkan Guiness World Records

Sonia Ushirogochi, Adjudicator dari Guiness World Recordssaat menghadiri pergelaran angklung terbesar di dunia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (5/8/2023). (Youtube Sekretariat Presiden)

Safir.idGuiness World Records (GWR) mencatat Indonesia telah memecahkan rekor dunia pergelaran angklung dengan 15.110 peserta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (5/8/2023).

Dengan capaian itu, menurut Sonia Ushirogochi, Adjudicator dari Guiness World Records. Indonesia telah memiliki 125 rekor dunia yang diantaranya dicetak di Jakarta, setelah sebelumnya telah memiliki 124 rekor dunia.

“Sekarang izinkan saya memberi tahu kalian hasilnya. Saya dapat mengonfirmasi dengan 15.110 peserta, kalian telah mencatatkan rekor dunia Guiness,” ujar Sonia.

Pagelaran angklung terbesar di dunia itu sendiri, diinisiasi oleh OASE Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang berisi pendamping-pendamping presiden, wakil presiden, dan Menteri ini dihadiri Sonia Ushirogochi, Adjudicator dari Guiness World Records.

Baca juga: 3 Alasan Ibukota Jakarta Pindah ke IKN Nusantara

6 Fakta Rekor Dunia Pergelaran Angklung

Seperti apa fakta-fakta Indonesia bisa memcahkan rekor pergelaran angklung terbesar di dunia tersebut? Safir.id menghimpunnya dari berbagai sumber.

1. Dimainkan Selama 7 Menit

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin, para peserta memainkan angklung selama 7 menit dengan membawakan dua lagu, yakni Berkibarlah Benderaku ciptaan Ibu Sud dan Wind of Change dari band asal Jerman, Scorpions.

Seluruh peserta memainkan angklung berbaris rapi di lapangan Gelora Bung Karno. Mereka menggunakan seragam kemeja putih, celana hitam, serta ikat kepala dan syal bernuansa merah putih.

2. Direncanakan Sejak 2022

Ketua Panitia The Largest Angklung Ensemble In World Tri Suswati Tito Karnavian dalam sambutannya, Sabtu (5/8/2023), mengatakan, perhelatan akbar angklung untuk memecahkan rekor dunia sudah direncanakan sejak 2022 dan berlatih selama kurang lebih 3 bulan.

“Setelah direncanakan sejak tahun lalu dan berlatih selama kurang lebih 3 bulan, kita siap untuk melaksanakan perhelatan akbar, upaya pemecahan rekor dunia pergelaran angklung terbesar di dunia,” jelasnya.

Baca juga: Mau Ikut Agustusan di Istana? Ini Caranya

3. Berharap Angklung Bangkit

Tri Suswati Tito Karnavian berharap, dengan adanya pagelaran tersebut, angklung bisa bangkit dan bergaung di seluruh dunia.

“Kiranya setelah upaya ini, angklung bangkit, semakin dicintai semua generasi dan menjadi bagian seni musik. Tidak hanya di daerah asalnya Jawa Barat, dan negara Indonesia, tapi bergaung di seluruh dunia,” sambung Tri Suswati.

Acara juga dihadiri sejumlah menteri antara lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hingga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

4. 15.240 Pemain Angklung

Acara ini melibatkan 15.240 pemain angklung dari berbagai kalangan. Mulai dari anggota OASE KIM, murid sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah kedinasan, perwakilan kementerian/lembaga, hingga para Ibu Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK.

Ketua Bidang 1 OASE KIM Franka Makarim menjelaskan, pergelaran ini adalah salah satu bentuk nyata yang dilakukan Indonesia untuk membangkitkan semangat pelestarian angklung yang sudah diakui UNESCO sejak tahun 2010.

Menurut Franka, pengakuan tersebut bukanlah tujuan akhir, namun bagaimana budaya ini tetap tumbuh, hidup, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Nilai-nilai baik tentang pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan harmoni yang dapat dipelajari dari angklung ini, perlu diteruskan ke generasi yang lebih muda,” urainya.

Dia menerangkan, melalui pergelaran ini diharapkan kecintaan generasi muda terhadap angklung dapat terpantik kembali. Karena tugas sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan kebudayaan untuk menghidupi budaya itu.

Baca juga: 2 Keunikan GWK Tempat Makan Malam Delegasi KTT 20 Bali

5. Difasilitasi 20.060 Angklung

Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Ahmad Mahendra menjelaskan, persiapan dalam upaya pemecahan rekor dunia telah dilakukan sejak Oktober tahun lalu.

Kemendikbud Ristek sendiri mendukung sejak awal persiapan ini dengan memfasilitasi 20.060 unit angklung, sekaligus merancang konsep pelatihan setiap kelompok peserta angklung.

Untuk persiapan acara, Kemendikbud Ristek menggandeng Komunitas Saung Angklung Udjo (SAU) dari Bandung, Jawa Barat sebagai mitra sejak November 2022.

6. Libatkan 182 Guru Seni Musik

Mahendra menambahkan, setiap kelompok peserta telah melewati dua kali latihan gabungan bersama SAU dan 6-8 kali latihan mandiri bersama pelatih yang ditugaskan Kemendikbud Ristek.

Sebanyak 182 orang pelatih yang berasal dari guru seni musik dan komunitas angklung dilibatkan. Sebelum melatih di masing-masing kelompok, mereka mendapat pembekalan terlebih dahulu dari SAU.

Itulah 6 Fakta Pergelaran Angklung Pecahkan Guiness World Records yang dilaksanakan oleh Indonesia menyambut HUT ke-78 RI Tahun 2023. ***