Alasan KPU Batas Usia KPPS Untuk Pemilu 2024 Maksimum 55 Tahun

Safir.idBatas usia petugas Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) untuk pemilu 2024 maksimum 55 tahun. Batasan tersebut, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) tida ingin mengulangi kesalahan pada Pemilu 2019.

Seperti diketahui, pada Pemilu 2019, KPU mencatat total ada 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit yang diduga karena kelelahan akibat beban kerja berlebih dan faktor penyakit penyerta.

Penetapan usia maksimum KPPS pada Pemilu 2024, diatur dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Badan Ad hoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang diteken pada 3 November.

“Persyaratan usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk KPPS mempertimbangkan dalam rentang usia 17 (tujuh belas) sampai dengan 55 (lima puluh lima) tahun, terhitung pada hari pemungutan suara pemilu atau pemilihan,” jelas Pasal 35 ayat (2) beleid tersebut.

Mengacu Rekomendasi Kemenkes

KPU RI mengaku, penetapan batas usia 55 tahun mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mempertimbangkan fase usia produktif dan tingkat harapan hidup penduduk Indonesia yang diklaim terus membaik.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pernah memastikan bahwa tragedi kematian banyak petugas ad hoc pada Pemilu 2019 menjadi evaluasi dalam rekrutmen calon petugas menjelang Pemilu 2024.

Hasyim memastikan bahwa KPU akan melakukan penapisan kesehatan lebih ketat ketika merekrut petugas ad hoc untuk Pemilu 2024. Hal ini berdasarkan temuan sejumlah lembaga soal tragedi kematian para petugas pemilu pada Pemilu 2019 lalu.

“UGM, Kemenkes, IDI, mereka masing-masing melakukan studi tentang itu. Temuan fisiknya, rata-rata yang meninggal itu umurnya di atas 50 tahun. Rata-rata yang meninggal punya komorbid. Kalau kita cek hasil peneliitan 3 lembaga itu, komorbid itu paling besar tekanan darah tinggi, sama diabetes,” ungkapnya seperti dilansir Kompas.com, Selasa (22/3/2022).

Menurutnya, rekrutmen yang lebih ketat ini sudah dicoba pada Pilkada 2020 dan kemungkinan besar bakal direplikasi pada Pemilu 2024.

“Itu menjadi catatan kritis, bahwa yang namanya peristiwa kematian kan semuanya sudah ada takdirnya, tapi kita kan harus berusaha mencegah agar tidak terjadi korban meninggal,” lanjutnya. Pemilu 2024 nanti diprediksi akan jadi masa yang sangat sibuk bagi para petugas ad hoc KPU, meliputi Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK), Petugas Pemungutan Suara (PPS), dan KPPS. TIM SAFIR