Apa Perbedaan Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup?

Apa Perbedaan Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup?

Safir.idSistem yang akan digunakan pada Pemilu 2024 masih menunggu putusan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Para bakal calon legislatif yang sudah mendaftarkan diri pun, masih belum tahu apakah akan perolehan suara akan ditentukan berdasarkan suara terbanyak atau menggunakan nomor urut sesuai dengan yang diajukan oleh partai politik.

Baca juga: 3 Alasan Pemohon Uji Materil Proporsional Terbuka Ke MK

Indonesia sendiri, sudah mengalami sistem pemilu baik yang menggunakan proporsional terbuka maupun proporsional tertutup. Sehingga, sebetulnya sudah tahu kelebihan dan kekurangan dari dua sistem tersebut.

Sistem proporsional terbuka telah digunakan pada Pemilu Legislatif 2004, 2009, 2014, dan 2019. Sedangkan, sistem pemilu proporsional tertutup pernah diterapkan pada Pemilu 1955, Pemilu Orde Baru, dan Pemilu 1999.

Baca juga: Publik Ingin Tetap Proporsional Terbuka Pada Pemilu 2024

Perbedaan Pemilu Proporsional Terbuka dan Tertutup

Sistem proporsional terbuka adalah sistem pemilu di mana pemilih bisa langsung memilih calon anggota legislatif (caleg) yang diusung oleh partai politik peserta pemilu.

Sementara, sistem proporsional tertutup adalah sistem pemilu di mana pemilih tidak langsung memilih calon anggota legislatif, melainkan partai politik peserta pemilu.

Perbedaan surat suara Sistem proporsional terbuka Dalam sistem ini, surat suara memuat keterangan logo partai politik, berikut nama kader parpol calon anggota legislatif.

Surat suara sistem pemilu proporsional tertutup hanya memuat logo partai politik tanpa rincian nama caleg.

Baca juga: Sejarah Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup

Perbedaan Pemilihan Calon Anggota Legislatif

Sistem proporsional terbuka Pemilih dapat menyoblos langsung nama caleg, atau menyoblos parpol peserta pemilu di surat suara. Nantinya, penetapan calon terpilih ditentukan berdasarkan suara terbanyak.

Sementara, calon anggota legislatif ditentukan partai. Oleh partai, nama-nama caleg disusun berdasarkan nomor urut. Nantinya, calon terpilih ditentukan berdasarkan nomor urut. Jika partai mendapatkan dua kursi, maka calon terpilih adalah nomor urut 1 dan 2. TIM SAFIR