Cara Heri Amalindo Edukasi Generasi Milenial Melalui Youtube

Untuk memberikan semangat dan motivasi dan menumbuhkan semangat pantang menyerah.

Salah satu tayangan di Youtube Mang Heri Official dengan Dina Ashari. (Foto: Capture Mang Heri Official)

Safir.id—Bupati PALI Heri Amalindo, satu-satunya kepala daerah di Sumatera Selatan yang memiliki akun youtube dan dikelola secara serius. Sampai saat ini, akun Youtubenya Mang Heri Official sudah memiliki 2000 subscriber lebih dalam tempo kurang dari 3 bulan.

Saat berbincang dengan Safir.id, sebelum pelantikan ICMI Orwil Sumsel di Hotel Santika Premiere, Minggu (28/08/2022), Heri Amalindo mengatakan, channel Youtube yang dibuatnya semata-mata untuk mengajak kebaikan kepada semua orang.

“Saya membuat akun Youtube semata-mata untuk memberikan contoh dan mengajak kepada kebaikan atau dakwah, sehingga bisa menjadi motivasi kepada penonton,” katanya.

Ia mencontohkan, soal memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam dan beternak bebek. Itu bisa memberikan pendapatan untuk kebutuhan ekonomi keluarga.

Bahkan, income yang diperoleh jauh lebih besar karena tidak tergantung dengan pupuk kimia melainkan bisa  pupuk organik yang ada disekitar.

Kemudian, saat mendatangkan Dina Ashari, mahasiswi FISIP UIN Raden Fatah asal Kabupaten PALI yang mendapatkan penghasilan puluhan juta dari membuat konten di Tiktok.

“Saya kira bukan soal penghasilannya, tapi cerita Dina bisa memberikan contoh kepada generasi muda khususnya di Kabupaten PALI bahwa masih ada peluang saat ini membuat konten-konten sehingga bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

Dina sendiri awalnya berasal dari keluarga yang berkecukupan, sampai akhirnya mengalami bangkrut dan sering pindah-pindah rumah. Saat berada dititik terendah, sempat tinggal di bengkel ukuran 2×2 meter.

Saat  mau masuk SMA, Dina mulai bangkit dengan cara berjualan secara online. Apalagi, saat itu orang yang jualan online di PALI masih sangat sedikit.

“Dari situ kan kita bisa menjadikan contoh dengan semangat dan perjuangan, tidak pernah menyerah dan mengeluh serta ditengah kesulitan bisa mencari solusi-solusi akhirnya bisa memberikan hasil,” jelasnya.

Ia mengharapkan, dengan konten-konten yang dibuat bisa menjadi motivasi bagi semua penonton. Apalagi Kabupaten PALI yang terus berkembang, masih memiliki potensi untuk dijadikan konten digital seperti wisata, pertanian dan perkebunan. TIM SAFIR