Catat! Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2024 Dimulai 14 Oktober 2022

Pemilu 2024.

Safir.id—Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan pada 14 Oktober 2022 mulai dilakukan pemutakhiran data pemilih (PDP) Pemilu 2024. Pemutakhiran data dilakukan setelah proses verifikasi revisi dokumen parpol selesai, dengan melakukan survei ke rumah warga.

Hal tersebut dikatakan komisioner KPU Idham Holik, Selasa, 27/09/2022) dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh seperti dikutip Safir.id dari laman dukcapil.kemendagri.go.id, Rabu (28/09/2022).

Baca: Alur Penataan Dapil dan Alokasi Kursi di PALI Pada Pemilu 2024

Alur Penyusunan DP4 Untuk Pemilu 2024

Arif Fakrulloh menegaskan, perkiraan jumlah pemilih Pemilu 2024 kurang lebih 206.689.516 jiwa. Sedangkan, perkiraan jumlah DP4 Pilkada kurang lebih 210.505.493 juta. 

Dukcapil memperoleh data dari data balikan (reverse data) yang berasal dari lembaga pengguna. Misalkan, penduduk yang meninggal dunia dari BPJS Kesehatan, data PNS yang meninggal dari PT Taspen, dari Asabri dan seterusnya.

Kemudian, Dukcapil mengirimkan data lewat API (application programming interface) dan memback up data secara fisik semuanya berbasis NIK. Dengan NIK tidak ada lagi penduduk yang tidak bisa ditracking datanya.

Dari database kependudukan dipadukan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir, dan transaksi data kependudukan yang diupdate terus menerus. Selanjutnya data hasil sinkronisasi akan jadi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang akan diserahkan kepada KPU tanggal 14 Oktober 2022.

Setelah dari KPU, data kependudukan diberikan kepada KPUD, sehingga KPUD tidak usah meminta data dari Dinas Dukcapil daerah lagi.

“Begitu juga kalo ketemu penduduk belum punya NIK, segera beritahu Dinas Dukcapil terdekat kami akan turun. Inilah pola kerja bareng bergotong royong Dukcapil dengan KPU yang kami tawarkan.” kata Arif.

Baca: DPRD PALI Kunker Ke Depok Belajar Anggaran Pemilu 2024

Jumlah Pemilih Alami Penurunan

Sementara itu, anggota KPU Betty Epsilon mengatakan, jumlah pemilih pada Pemilu 2024 yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tentang “Rekap Nasional Hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester I pada 12 Juli 2022, mengalami penurunan

Penurunan tersebut sebanyak 637.179 pemilih, jika dibandingkan dengan jumlah pemilih PDB Semester II Desember 2021 yang berjumlah 190.659.348 orang. Penurunan terjadi lantaran ada pemilih baru dan ada pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat lagi

Dia menekankan KPU sudah memastikan bahwa PDPB telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada. Di mana, proses pemutakhiran dilakukan berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.

Rekapitulasi PDPB, kata dia, dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Penyampaian rekapitulasi PDPB tingkat KPU Kabupaten/Kota dilakukan setiap 3 bulan.

Dan untuk tingkat KPU Provinsi dilakukan setiap 6 bulan. Berdasarkan penyampaian rekapitulasi KPU Provinsi seluruh Indonesia, KPU melakukan rekapitulasi PDPB tingkat nasional setiap 6 bulan. TIM SAFIR

Baca: Defenisi Milenial dan Karakternya Dalam Politik