Dana Ratusan Miliar dan Puluhan Ribu Prajurit Untuk G20 di Bali

Safir.id—Indonesia menggelontorkan dana ratusan miliar memersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada15-16 November 2022 sekaligus menerjunkan ratusan ribu personil prajurit TNI dan Polri untuk mengamankan perhelatan akbar tersebut.

Anggaran dari APBN untuk pelaksanaan KTT G20 di Bali, tentu bukan untuk poya-poya, melainkan digunaan untuk penyusunan dan implementasi kerja sama multilateral, pengamanan acara, hingga sosialisasi dan promosi media.

Dari berbagai sumber yang dihimpun Safir.id, Minggu (13/11/2022), inilah anggaran untuk pelasanaan Presidensi G20 Indonesia dan skenario pengamanan saat acara punca KTT G20 di Bali.

Baca: Arti dan Tema G20 di Bali dan Manfaatnya Bagi Indonesia

Anggaran G20 di Bali Rp674 miliar

Melansir situs Direktorat Jenderal atau Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, total anggaran untuk G20 di Indonesia mencapai Rp674 miliar dari mulai persiapan pada 2021 maupun pagu anggaran 2022.

Menurut Ditjen Anggaran, penyelenggaraan rangkaian pertemuan di bawah presidensi Indonesia hingga konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022 menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Sementara itu, dalam unggahan akun Instagram @ditjenanggaran, tertulis bahwa total anggaran dalam rangka G20 adalah Rp552,35 miliar untuk persiapan dan penyelenggaraan G20, penyusunan dan implementasi kerja sama multilateral, pengamanan acara, hingga sosialisasi dan promosi media.

Skenario Pengamanan KTT G20 Bali

Pemerintah Indonesia telah melakukan beragam persiapan untuk melakukan pengamanan. Baik TNI maupun Polri telah menyiapkan personil untuk menjaga keamanan demi berlangsungnya konferensi.

Keamanaan Siber

Pemerintah Indonesia menjamin keamanan siber selama penyelenggaraan KTT G20. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menjadi leading sector dalam pengamanan siber KTT G20 ini.

Pengamanan siber yang dilakukan BSSN tidak hanya dilakukan pada hari pelaksanaan KTT G20. Hal ini disampaikan Juru Bicara BSSN Ariandi Putra, dalam keterangan persnya pada kanal YouTube Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemkominfo TV, Oktober 2022 lalu.

BSSN telah mengidentifikasi berbagai potensi ancaman siber yang terjadi di Indonesia dan KTT G20. Selain itu, BSSN juga memantau potensi ancaman pencurian data dari sebelum gelaran KTT hingga berakhirnya Presidensi G20 Indonesia.

18 Ribu Personil TNI Polri

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan turun langsung mengecek kesiapan aparat keamanan, Senin, 7 November 2022 lalu.

Luhut menilai, persiapan yang dilakukan baik oleh TNI maupun Polri telah maksimal untuk acara pada 15-16 November tersebut. “Persiapan-persiapan saya kira sudah final,” kata Luhut di Bali.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes. Pol. Nurul Azizah mengatakan, Polda Bali akan melaksanakan pengamanan secara preemtif, preventif dan represif. Pola pengamanan juga dilakukan dengan sistem zona, yakni zona A, zona B dan zona C.

Kemudian dalam zona terbagi kembali menjadi ring, baik ring 1, 2 dan 3. Selian itu, Polda Bali akan melibatkan sebanyak 11 Satgas dalam upaya pengamanan side event Presidensi G20.

Korlantas Polri akan melibatkan 1.759 personel selama perhelatan KTT G20 Terdiri dari 918 personel dari Polda Bali dan 841 BKO dari Korlantas Polri.

TNI kerahkan 14.351 Prajurit

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merinci jumlah total personel yang terlibat dalam pengamanan G20 sebanyak 18.030. Dari jumlah tersebut, 14.351 merupakan personel TNI yang terdiri dari:

  • Markas Besar TNI (Mabes TNI) sebanyak 1.063 orang
  • Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebanyak 1.451 orang
  • TNI Angkatan Darat sebanyak 6.552 orang
  • TNI Angkatan Laut sebanyak 2.474 orang
  • TNI Angkatan Udara sebanyak 2.811 orang.

TNI juga menyiapkan alutsista udara sebanyak sembilan pesawat. Yaitu dua pesawat pengintai, satu pesawat angkut Boeing, dan dua pesawat angkut Hercules, serta diperkuat dua pesawat tempur F16 dan dua Sukhoi.

Selain itu, ada pula satu pesawat medivac atau medical evacuation, berupa Hercules yang dilengkapi dengan mini ICU, dan ada lima belas helikopter. Untuk kekuatan laut, TNI menyiagakan 14 KRI. TIM SAFIR