Heri Amalindo Siap Bantu Fasilitasi STAIS Lubuklinggau Menjadi Universitas

Ketua ICMI Orwil Sumsel Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM menjadi pembicara dalam acara yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Silampari (STAIS) Lubuklinggau, Jumat (02/012/2022).

Safir.idKetua MPW ICMI Orwil Sumsel Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM menyatakan siap membantu memfasilitasi untuk memperjuangkan agar Sekolah Tinggi Agama Islam Silampari (STAIS) Lubuklinggau menjadi unversitas.

Kesiapan tersebut disampaikan Heri Amalindo yang juga Bupati PALI, tatkala menjawab pertanyaan dari Muzani, mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara STAIS Lubuklinggau dalam acara Public Lecture: Pendidikan Sumsel Perspektif Para Cendekia” di Kampus STAIS Lubuklinggau, Jumat (02/12/2022).

“Bukan bisa, sangat bisa. Insya Allah karena pendidikan itu bisa menggerakan dunia disamping kesenian dan kebudayaan. Apalagi di ICMI para rektor di Sumsel berkumpul dan nanti kawan-kawan akan disampaikan untuk menghadap Pak Gubernur dan mencari tempat yang refresentatif sesuai dengan proporsinya,” jawab Heri Amalindo yang disambut tepuk tangan mahasiswa.

Baca: Pesan Humanis Dibalik Pertemuan Heri Amalindo Dengan Petani Salak

Heri Amalindo juga menjawab pertanyaan dari Nanda, seorang mahasiswa yang menanyakan tentang birokrasi yang ada saat ini untuk memperoleh jabatan, sekaligus tips untuk memasuki dunia politik agar bisa mengedukasi masyarakat.

Menjawab pertanyaan tersebut, Heri Amalindo menjelaskan, sebagai orang yang beragama dan yakin kepada Allah SWT sudah ada ketentuan atau qodo dan qodar. Artinya, apa yang menjadi keinginan itu harus dikejar dan memiliki keyakinan dan percaya kepada Allah SWT.

“Ibarat menanam padi itu harus dirawat dan dipupuk. Boleh berambisi tapi jangan ambisius karena ketentuan ini pasti akan datang. Setiap ketentuan semuanya sudah tertulis, tugas kita berusaha dan tetap belajar sekaligus memiliki rasa optimis man jadda wajada,” katanya.

Baca: Saat Lantik ICMI Lubuklinggau, Heri Amalindo Apresiasi Kepemimpinan Nansuko

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kabupaten PALI itu menginginkan agar mahasiswa STAIS Lubuklinggau untuk terus belajar. Ia mencontohkan bagaimana sosok BJ Habibie yang memiliki IQ tertinggi tapi masih tetap belajar 18 jam sehari.

Terkait dengan birokrasi, Heri Amalindo menjelaskan, bahwa menjadi pejabat itu tidak mudah dan berat kalau tidak mengetahui ilmu pemerintahan. Banyak jebakan-jebakan yang menyebabkan bisa terbuang akibat kebijakan.

“Banyak contoh akibat kebijakan sekalipun tidak minta dan tidak dikasih tapi bisa dipenjara, itu semua karena kebijakan. Oleh karena itu, kalau mau kaya jangan jadi pejabat ya berdagang,” jelasnya.

Oleh karena itu, selama ia memimpin Kabupaten PALI tidak pernah melibatkan dan dengan tegas melarang anak dan isterinya terlibat dalam proyek pemerintahan, karena tidak ingin menjadi beban dengan keluarga.

Baca: 4 Terobosan Heri Amalindo Untuk Pendidikan di Kabupaten PALI