Kisah Bos Twitter Elon Musk yang Hidupnya Terinspirasi Dari Buku

Elon Musk (PNGWing)

Safir.idBos Twitter Elon Musk merupakan salah satu orang terkaya di dunia yang hidupnya banyak terinspirasi dari membaca buku.

Elon Musk yang pada Mei 2023 memiliki kekayaan sebesar USD 192 miliar atau sekitar Rp 2.863 triliun itu, tak bisa dilepaskan dari hobinya membaca yang sudah terpatri sejak kecil.

Melansir laman cnbc Elon Musk sekaligus juga sebagai CEO SpaceX sudah membaca 8 buku yang banyak mempengaruhi dan menginspirasi kesuksesannya seperti sekarang.

Sejak kecil, Elon sangat senang membaca dan belajar. Pada usia 10 tahun, mulai tertarik dengan mempelajari teknik komputer.

Pada usia 12 tahun, ia belajar pemrograman dan berhasil membuat serta menjual kode komputer pada majalah komputer untuk sebuah gim yang ia beri nama Blastar.

Baca juga: 2 Buku Agama Pilihan Heri Amalindo Bikin Hidup Lebih Hidup

Elon Musk Kecanduan Buku

Dalam wawancaranya dengan Rolling Stone 2017, CEO Tesla itu menyebut, bahwa dirinya kecanduan buku dan mengaku “dibesarkan oleh buku”.

“Saya tidak benar-benar memiliki pengasuh utama atau apa pun,” kata Elon dalam wawancara tersebut.

“Saya hanya memiliki pembantu rumah tangga yang ada di sana untuk memastikan saya tidak merusak apa pun. Saya pun pergi membuat bahan peledak, membaca buku, dan membuat roket,” tambahnya.

Membaca 10 Jam Sehari

Saking cintanya dengan buku, Elon Musk sudah menyelesaikan membaca Encyclopedia Britannica saat usianya masih 9 tahun. Bahkan, ia juga membaca novel fiksi ilmiah selama lebih dari 10 jam sehari.

Bagi Musk, buku selalu memberi inspirasi bagi kariernya. Karena itulah, semakin banyak waktu untuk membaca buku, semakin brilian otak si pembaca.

“Pelajaran yang saya ambil dari karya Isaac Asimov, penulis fiksi ilmiah adalah, Anda harus mencoba mengambil serangkaian tindakan yang mungkin memperpanjang peradaban, meminimalkan kemungkinan zaman kegelapan, dan mengurangi lamanya zaman kegelapan,” ujarnya.

Baca juga: 4 Rahasia Aktivitas Membaca dan Menulis Bisa Awet Muda

Pemikir Introvert

Errol Musk mengatakan, banyak membaca juga berkontribusi pada cara berpikir Musk yang cenderung tertutup. Ia menyabut, “Musk selalu menjadi pemikir introvert.”

“Di mana saat banyak orang pergi ke pesta besar dan bersenang-senang, minum, dan berbicara tentang segala macam hal, Anda malah akan menemukan Elon berada di perpustakaan orang itu dan membaca buku-buku mereka,” ujarnya.

Biodata Elon Musk

Mengutip laman Wikipedia, Elon lahir di Pretoria, Afrika Selatan. Ibunya Maye Musk, seorang model dari Regina, Saskatchewan, Kanada. Sementara, sang ayah Errol Musk, seorang ahli elektromekanika, pilot, dan juga pelaut.

Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Kimbal (lahir pada 1972) dan adik perempuan, Tosca (lahir 1974). Neneknya berasal dari Britania Raya, sementara kakeknya berasal dari Amerika Serikat.

Elon lulus dari Pretoria Boys High School dan pindah ke Kanada tahun 1989 pada usia 17 tahun untuk menghindari wajib militer di Afrika Selatan.

Tahun 1992, setelah belajar selama dua tahun di Queen’s University, Kingston, Ontario, Musk pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania dan memperoleh gelar S1 dalam bidang ekonomi dan S1 kedua dalam bidang fisika.

Ia pindah ke California untuk mengejar gelar Ph.D. dalam bidang fisika terapan di Stanford namun keluar setelah dua hari demi mengejar keinginannya untuk berwiraswasta di sektor Internet, energi terbarukan, dan luar angkasa.

Itulah Kisah Bos Twitter Elon Musk yang Hidupnya Terinspirasi Dari Buku semoga bermanfaat. TIM SAFIR