Memotret 54% Pemilih Generasi Z dan Y Pemilu 2024 di Sumsel

Ilustrasi Pemilih Milenial

Safir.idGenerasi Z dan Y yang keduanya sering disebut kelompok sosial melek teknologi menjadi menjadi isu strategis jelang Pemilu 2024 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Merujuk Berita Acara Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diunduh Safir.id dari situs KPU Sumsel, Rabu (02/08/2023), jumlah pemilih di Sumsel pada Pemilu 2024 sebanyak 6.326.348 orang yang meliputi 3.134.056 pemilih perempuan dan 3.192.292 pemilih laki-laki.

Dari jumlah pemilih di Sumsel tersebut, menurut Ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin, didominasi olrh generasi Y dan generasi Z mencapai 3.442.205 atau 54,09 persen dari total pemilih.

Beresfod Research mendefinisikan, Gen Z lahir pada 1997-2012 dan berusia antara 9-24 tahun pada 2021. Gen Y atau Milenial lahir pada 1981-1996 dan berusia antara 25-40 tahun pada 2021.

Sama Dengan Nasional

Proporsi pemilih di Sumsel tersebut, sama dengan jumlah pemilih secara nasional yang didominasi oleh pemilih milenial juga. Hal itu diketahui setelah KPU RI melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT tingkat nasional untuk Pemilu 2024 pada Minggu (2/7/2023) lalu.

Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos mengatakan, jumlah rekapitulasi DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222. Jumlah tersebut terdiri atas 203.056.748 pemilih di dalam negeri dan 1.750.474 pemilih di luar negeri yang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 102.218.503 orang dan pemilih perempuan sebanyak 102.588.719.

Betty menjelaskan, dari jumlah DPT tersebut, generasi milenial mendominasi pemilih pada Pemilu 2024 dengan jumlah 68.822.389 orang atau 33,60 persen dari total DPT.

Diposisi kedua, disusul oleh Gen X (generasi yang lahir sekitar tahun 1965 hingga tahun 1980) sebanyak 57.486.482 orang atau 28,07 persen. Lalu, generasi Z (generasi yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2000-an) sebanyak 46.800.161 orang.

Isu Strategis dan Karakter

Mengutip tulisan Sonny Harry B Harmadi Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia di Kompas.id, 28 Desember 2022, setidaknya ada tiga isu strategis terkait Generasi Z dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Pertama, partisipasi Generasi Z sebagai pemilih. Penyelenggara Pemilu 2024 harus berupaya maksimal menggaet partisipasi mereka karena mayoritas di struktur penduduk Indonesia, hasil Pemilu 2024 harus merepresentasikan aspirasi dan preferensi mereka.

Para kontestan Pemilu 2024, kata dia, harus berdialog bersama Generasi Z tentang solusi menghadapi masa depan yang mungkin sangat berbeda dengan masa lalu.

Kedua, program yang ditawarkan para kontestan Pemilu 2024 harus mengakomodasi pendapat Generasi Z. Ketiga, generasi Z cenderung memilih belajar dan berdialog dengan peer group mereka untuk mencari solusi. Karena Generasi Z banyak menggunakan media sosial.

Sementara itu, dalam seminar bertajuk “Millennials Voting Behavior in Indonesia” yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), ada empat karakter generasi milenial antara lain: doubtfulness, open minded, modest, dan apatethic.

Doubtfulness ialah generasi milenial yang masih belum menentukan pilihan. Mereka disebut sebagai swing voters yang bisa saja terbawa arus karena didoktrin. Lalu, karakter open minded yang memiliki partisipasi dan pengetahuan yang tinggi terkait dengan politik atau melek politik.

Sementara, karakter apatethic dan modest tidak memiliki pilihan dan tidak peduli dunia politik dan cenderung memilih berdasarkan peer atau orang terdekat. Biasanya karakter ini mudah dipengaruhi lingkungan rumah dan cenderung mengikuti pilihan keluarganya seperti ayah atau ibunya.

Baca juga: Defenisi Milenial dan Karakternya Dalam Politik

Gaet Pemilih Melalui Medsos

Dalam riset yang dilakukan oleh LSI Denny JA pada Januari 2023, pengguna media sosial di Indonesia ada top 3 platforms, yakni facebook (52,5%), Instagram (31,1%) dan TikTok (29,4%), sedangkan pengguna Twitter hanya (8,3%).

Di Sumsel sendiri merujuk data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang disampaikan saat jumpa pers (9/11/2020), di daratan Sumatra, jumlah pengguna internet terbesar berada di Sumatera Utara dengan jumlah 11,7 juta orang, Kemudian, pengguna internet di Sumsel sebanyak 6,9 juta pengguna dan disusul Lampung (5,2 juta pengguna).

KPU Sumsel menyadari pentingnya media sosial tersebut seperti disampaikan Amrah Muslimin Jumat (7/7/2023). Menurut dia, media sosial penting untuk menyosialisasikan tahapan Pemilu 2024 kepada kelompok tersebut sesuai dengan karakter mereka yang memiliki kemampuan dan wawasan yang lebih baik serta sebagian besar pengguna media sosial.

“Selain itu, salah satu strategi kampanye untuk menarik suara dari kelompok tersebut yang paling tepat bagi saya adalah berkomunikasi melalui media sosial. Sehingga angka golput bisa ditekan,” ujarnya. ***