PALIPedia: Mengungkap Fakta Candi Bumi Ayu di Kabupaten PALI (4)

Candi Bumi Ayu masuk dalam nominasi Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2022

Candi Bumi Ayu di Kabupaten PALI. (Kredit Foto: Cagar Budaya Kemendikbud)

Safir.id—Selain kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sudah dibahas dalam tulisan sebelumnya, Kabupaten PALI juga memiliki situs bersejarah dan bisa menjadi khazanah budaya dan wisata di daerah tersebut.

Situs Candi Bumi Ayu terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan masuk nominasi dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2022.

Sebuah sumber menyebutkan, kawasan Candi Bumiayu dibangun pada abad ke 8-9 Masehi. Kemudian berkembang hingga abad ke-12 Masehi. Masyarakat Hindu saat itu mendirikan candi Bumiayu pada meander Sungai Lematang.

Kompleks percandian dikelilingi oleh sungai-sungai kecil. Sungai tersebut mampu mengalirkan luapan air pada musim hujan sehingga kawasan candi terbebas dari banjir.

Di kawasan ini ditemukan berbagai artefak seperti arca Siwa Mahadewa, arca Agastya, dua buah Yoni, dan arca nandi. Selain itu juga ditemukan arca Stambha dan dua buah arca yang belum dikenal.

Sejarah Situs Bumi Ayu Ditemukan

Candi Bumi Ayu di Kabupaten PALI. (Kredit Foto: Cagar Budaya Kemendikbud)

Seperti dikutip safir.id dari situs Cagar Budaya Kemendikbud, Senin (09/08/2022), situs Bumiayu dilaporkan pertama kali oleh E.P Tombrink tahun 1864 dalam buku “Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang.”

Tombrink saat kunjungan ke daerah Lematang Ulu melaporkan ada peninggalan Hindu berupa arca sebanyak 26 buah yang beberapa diantaranya berupa arca Nandi. Sedangkan, di Lematang Ilir ditemukan runtuhan candi dekat Dusun Tanah Abang dan relief burung kakatua yang sekarang disimpan di Museum Nasional.

Kemudian, pada tahun 1904 seorang kontrolir Belanda, A.J Knaap melaporkan bahwa di wilayah Lematang ditemukan reruntuhan bangunan bata setinggi 1.7 meter. Reruntuhan tersebut merupakan bekas keraton Gedebong-Undang.

Dalam majalah Oudheidkundig Verslag, F.D.K. Bosch menyebutkan, bahwa di Tanah Abang ditemukan sudut bangunan dengan hiasan figur makhluk ghana dari terrakota, sebuah kemuncak bangunan berbentuk seperti lingga, antefiks, dan sebuah arca tanpa kepala.

Pada tahun 1936 F.M. Schnitger juga telah menemukan tiga buah runtuhan bangunan bata, pecahan arca Siwa, dua buah kepala Kala, pecahan arca singa, dan sejumlah bata berhias burung. Artefak-artefak yang dibawa Schnitger itu saat ini disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang.

Fakta-Fakta Unik Candi Bumi Ayu

Candi Bumi Ayu di Kabupaten PALI (Kredit Foto Cagar Budaya Kemendikbud)

Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu terletak di pesisir Sungai Lematang. Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan. Sampai saat ada 10 gundukan tanah yang diduga candi. Dan 4 diantaranya telah dipugar yakni Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8.

1. Candi 1

Candi 1 Bumi Ayu terletak di sebelah barat Sungai Piabung. Candi ini akan terlihat ketika memasuki kompleks percandian Bumiayu. Candi 1 terpisah dari lingkungan sekitarnya dengan pagar BRC dan pagar kawat. Kompleks candi 1 terdiri dari satu buah candi induk dan tiga buah candi perwara.

a. Candi Induk

Bentuk bangunan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 14.3 x 19.9 m dan tinggi 1.6 m. Setiap sisi bangunan terdapat sebuah penampil dan pilaster-pilaster di setiap sudutnya.

Pada penampil bagian timur memiliki tangga masuk sebagai pintu masuk utama dan juga menunjukkan arah candi yaitu ke arah Timur. Pintu masuk menjorok ke depan sekitar 4.5 m dari dinding sisi timur bangunan.

Bentuk penampil terbagi menjadi tiga bagian. Secara keseluruhan penampil di sisi timur ini membentuk denah segi dua belas yang ukurannya semakin ke timur semakin mengecil. Di depan penampil terdapat teras berlantai bata setinggi 0.3 m dari permukaan tanah dengan ukuran 2.2 x 2.8 m.

Candi 1 diperkirakan dibangun dalam dua tahapan. Pada tahap 1 bangunan utama candi dibuat dengan bahan dasar bata berwarna putih kekuningan serta tidak memiliki profil yang terletak di belakang penampil-penampil dan pilaster sudut.

Penampil-penampil pada setiap sisi bangunan diduga merupakan bangunan tambahan pada tahap II, karena terlihat adanya ketidaksatuan antara penampil dengan bangunan utama. Dengan kata lain, struktur bata antara keduanya hanya menempel.

b. Candi Perwara

Candi Perwara berjumlah tiga buah terletak di sebelah timur candi induk.

Candi Perwara I terletak di sebelah utara pada susunan candi perwara dengan ukuran 5.2 x 5.2 m dengan tinggi yang tersisa 0.7 m. Bangunan berupa reruntuhan bata menyisakan lapisan bata sebanyak 9 lapis. Candi Perwara ini dalam kondisi paling baik dibandingkan dengan candi perwara lainnya.

Candi Perwara I berukuran 5.2 x 5.2 m dengan tinggi 0.4 m terletak di tengah dan merupakan reruntuhan bangunan kedua dengan kondisi masih cukup baik. Bata-bata dibagian penampil berhasil direkonstruksi dan membentuk denah empat persegi panjang. Di atas susunan bata terdapat bata berelief yang merupakan bagian mulut figur binatang.

Candi Perwara II terletak di sebelah selatan pada susunan candi perwara dan merupakan reruntuhan bata yang mengalami kerusakan paling parah. Bata-batanya telah banyak yang hilang. Namun berdasarkan sisa-sisa struktur yang ada diperkirakan bentuk bangunannya sama dengan bangunan lainnya, yaitu berukuran 5.2 x 5.2 m. Struktur bata yang tersisa di bagian sisi utara tingginya 0.3 m.

2. Candi 2

Candi 2 terletak di sebelah Barat Candi 1. Kompleks bangunan candi terdiri dari sebuah candi induk, empat struktur bata, dan sebuah candi perwara.

Di kompek Candi 2 terdapat empat buah struktur bata yang tidak terdapat pada candi lain. Letaknya berjajar dengan orientasi Utara – Selatan. Fungsi keempat struktur bata tersebut belum diketahui. Kemungkinan pengupasan pada Perwara Candi 2 akan mengungkap keberadaan kedudukannya di dalam kompleks Candi 2.

a. Candi Induk

Bangunan candi induk berukuran 10 x 13 m dan tinggi 1 m. Pada ketiga sisinya, kecuali sisi timur terdapat penampil yang berukuran hampir sama sekitar 0.4 x 4.9 meter. Sedangkan, di sisi timur terdapat dua buah penampil berukuran 2.6 x 7.3 meter dan 0.5 x 3.3 meter.

Penampil ini menjadi petunjuk arah candi. Pada penampil ini terdapat dua buah jalan naik ke atas candi yang terletak di sisi utara dan selatan.

b. Candi Perwara

Candi Perwara ini mempunyai denah empat persegi panjang berukuran 9.,8 x 13 meter menghadap ke arah barat. Pada sisi sebelah barat terdapat struktur bata yang membentuk huruf U dengan panjang masing-masing sisi100 cm.

Pada struktur yang berbentuk huruf U ini, terdapat struktur yang relatif masih utuh di sisi Selatan. Sementara struktur yang terletak di sisi Utara telah rusak terkena pengupasan.

c. Empat Struktur Bata

Empat struktur bata merupakan susunan bata berbentuk empat persegi panjang berukuran 68 cm x 78 cm. Letaknya di sebelah timur candi induk dan mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Posisi struktur bata berbaris dari utara ke selatan.

3. Candi 3

Candi 3 merupakan kompleks candi paling jauh dari jalan masuk. Letaknya dari Candi 1 berjarak sekitar 500 m. Candi ini memiliki bagian Candi Induk dan 3 Candi Perwara.

a. Candi Induk

Candi induk mempunyai bentuknya unik karena berdenah segi dua puluh yang terbentuk dari segi empat yang berukuran 17.7 x 17.7 meter. Pada bagian pusat bangunan berdenah segi delapan yang sisi-sisinya berukuran 1 meter.

Pada masa berdirinya candi induk ini, diduga kuat bagian yang berdenah segi empat merupakan bagian kaki candi. Sedangkan, bagian yang berdenah delapan menjulang tinggi sebagai bagian dari tubuh candi.

Pada bagian timur Candi Induk terdapat struktur bata yang merupakan selasar penghubung dengan Candi Perwara I. Berdasarkan hal itu, diduga kuat bahwa arah hadap atau pintu tangga menuju batur candi adalah di sebelah timur.

b. Candi Perwara

Candi Perwara di kompleks Candi 3 berjumlah 3 buah terletak di sebelah Utara, Timur dan Selatan candi induk. Candi-candi tersebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan candi perwara yang paling luas di sebelah timur dan candi perwara yang terkecil di sebelah utara.

Candi Perwara I merupakan candi yang ukurannya paling luas berdenah segi empat berukuran 11 x 11.4 m. Candi Perwara ini terhubung dengan candi induk dengan adanya selasar. Lapisan bata yang masih tersisa berjumlah 2 lapis. Pada bagian tengah candi berupa tanah yang tidak rata permukaannya.

Candi II terletak sangat dekat di sebelah Selatan candi induk. Namun antara keduanya terpisah dan tidak terdapat selasar seperti pada candi perwara I. Candi Perwara II berdenah bujursangkar berukuran 5,2 x 7.4 m. Pada sisi Utara terdapat penampil berukuran 1.2 x 1.2 m. Bata-bata pada penampil ini disusun kembali sampai menutupi bagian atasnya. Sedangkan bagian lainnya hanya ditutup dengan dengan pasir.

Candi III lokasinya di sebelah Utara dari Candi Perwara I. Candi berdenah segi empat berukuran 6.7 x 6.7 m. Lapisan bata hasil penyusunan kembali berjumlah 5 lapis. Bagian atas candi keseluruhan tertutup oleh susunan bata.

4. Candi 7

Candi 7 terletak di sebelah Timutr Laut Candi 1 dengan jarak 20 m. Berdasarkan letaknya, diduga kuat Candi 7 masih bagian dari candi-candi yang berada di Candi 1.

Pada mulanya Candi 7 merupakan gundukan tanah yang berukuran 18 x 18 m dan tinggi sekitar 1 meter. Bebentuk dasar empat persegipanjang dengan penampil di sebelah Barat.

Denahnya berukuran 9 x 10.6 meter. Sedangkan, penampilnya berukuran 5.5 x 5.8 meter. Bentuk Candi 7 ini tidak lazim karena bagian tengahnya kosong atau tidak ada bata-bata isian. Selain itu, di bagian dalam atau tepatnya di sisi barat laut terdapat susunan bata membentuk lingkaran berukuran 1.5 x 1.7 cm. Berbeda dengan dibagian penampil yang padat dengan bata-bata isian yang sudah tidak lagi beraturan.

5. Candi 8

Candi 8 terletak di dekat sebuah danau yang ada di kompleks Candi Bumiayu. Danau tersebut berair di musim hujan. Sebaliknya akan kering saat musim kemarau. Lokasi Candi 8 ini akan dilewati ketika akan menuju Candi 3.

Candi Induk berdenah empat persegi panjang berukuran 5 x 14 meter. Sedangkan, Candi Perwara terletak di sebelah selatan candi induk berjarak 12 m. Candi ini mempunyai denah yang berbeda dengan candi induknya, yaitu berdenah bujur sangkar berukuran 3.1 x 2.1 meter. TIM SAFIR