Pemkab PALI Gelar Pasar Murah di 6 Kelurahan Seharga Rp90 Ribu

Bupati PALI Heri Amalindo memberikan sembako murah secara simbolis dalam acara Pasar Murah di enam kelurahan yang ada di kecamatan Talang Ubi, Selasa (5/9/2023).

Safir.id—Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Pasar Murah di enam kelurahan yang ada di kecamatan Talang Ubi, Selasa (5/9/2023).

Enam kelurahan tersebut antara lain: Kelurahan Talang Ubi Selatan, Talang Ubi Timur, Talang Ubi Barat, Talang Ubi Utara, Pasar Bhayangkara dan Kelurahan Handayani Mulya.

Bupati PALI Heri Amalindo langsung memberikan sembako murah secara simbolis kepada para keluarga penerima sembako murah tersebut.

Baca juga: Wajib Tahu 2 Fakta Menurunnya Angka Kemiskinan di PALI

Heri Amalindo mengatakan bahwa digelarnya pasar murah untuk membantu meringankan beban warga yang saat ini menghadapi kesulitan ekonomi dampak dari naiknya harga beras.

“Alhamdulillah, melalui program pasar murah masyarakat menjadi terbantu untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasar murah yang dilaksanakan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok di pasar dan menjaga keseimbangan antara barang dan kebutuhan masyarakat. Muaranya adalah bisa menyejahterakan rakyat. Sekali lagi kami berharap program pasar murah bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: BRiN Tempatkan PALI 100 Besar Kabupaten Inovatif di Indonesia

Plt. Kepala Disperindag PALI, Brisvo Diansyah mengatakan lebih kurang 10.400 warga yang mendapatkan sembako murah program dari Pemerintah Kabupaten, sesuai dengan arahan dan kebijakan Bupati PALI, DR. Ir. H. Heri Amalindo, MM.

Dalam paket tersebut, selain beras, ada juga minyak goreng kemasan 2 kg, gandum kemasan 1 kg, gula kemasan 1 kg, mie instan goreng 5 bungkus.

“Dengan jumlah paket tersebut, warga hanya membayar Rp 90 ribu. Dari harga itu, warga sudah banyak menghemat sekitar Rp 50 ribu,” tambah Brisvo.

Untuk penerimanya yaitu sesuai data dari kementerian sosial atau data terpadu kesejahteraan sosial.

“Namun, tidak menutup kemungkinan bertambah data tersebut. Berdasarkan data, karena pendataan dibutuhkan untuk data base,” ujarnya.

Baca juga: Wajib Tahu Jumlah Faskes di PALI Meningkat 4x Lipat