Ridwan Mukti Jadi Khotib Shalat Jumat di Masjid Agung Darussalam

H. Ridwan Mukti

Safir.idGubernur Bengkulu periode 2016-2017 H. Ridwan Mukti dijadwalkan menjadi Khotib Shalat Jumat di Masjid Agung Darussalam, di Kawasan Pusat Pemerintahan, Kecamatan Muara Beliti, Jumat (04/08/2023).

Ridwan Mukti yang juga Bupati Musi Rawas Periode 2005-2015 itu, sebelumnya pada 30 Juni lalu menjadi Khatib Salat Jumat di Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau.

Dari jadwal yang diterima Kamis (03/08/2023), selain Ridwan Mukti yang menjadi khatib, akan bertindak sebagai Imam Shalat Jumat KH. Drs. Sultoni Al Hafidz dan Muadzin H. Dasril dari Bagian Kesra Kabupaten Musi Rawas.

Baca juga: Ridwan Mukti Silaturahmi Dengan ICMI Sumsel

Masjid Agung Darussalam

Masjid Agung Darussalam merupakan salah satu peninggalan H. Ridwan Mukti saat menjabat sebagai Bupati Musi Rawas. Masjid dengan luas kurang lebih kurang 100 X 100 meter atau sekitar satu hektar itu, dapat menampung sedikitnya 5000 jemaah.

Masjid Agung Darussalam dibangun pada tahun 2008 dengan anggaran kurang lebih 16 miliar. Setelah selesai dibangun tahun 2012, di masjid ini dilaksanakan Khataman Al Qur’an terbesar di Indonesia dan tercatat dalam Rekor Muri Khatam al Qur’an dengan peserta terbanyak 12 ribu santri.

Baca juga: Ridwan Mukti: “Masyarakat Rindu dan Merasa Kehilangan”

Gagasan Ridwan Mukti menamai masjid dengan Darussalam diperkuat dengan tiga program pokok antara lain: Pertama, program 20% penduduk khatam al Qur’an. Kedua, program 100% penduduk bebas buta huruf al Qur’an. Ketiga, program 50% penduduk menjadi anggota Majelis Taklim.

Ridwan Mukti menjelaskan, program Musirawas Darussalam adalah cikal bakal dari kearifan lokal, dimana dulunya Sumetera Selatan dikenal dengan Palembang Darussalam dan Kota Waliullah yakni kota dibentuknya para Wali Allah.

Baca juga: Heri Amalindo Silaturahmi Dengan Ketua ICMI Sumsel 2011-2026 Ridwan Mukti

“Namun para wali ini tidak akan muncul tanpa generasi yang qur’ani, maka dari itu semuanya ada dalam program Mura Darussalam yakni pemberantasan buta aksara Al-Quran di tingkat generasi muda dikemas dalam program khatam,” jelasnya pada 2014 lalu. ***