Sejarah Candi Bumi Ayu yang Jadi Runner Up API Award 2022

Candi Bumi Ayu

Safir.idCandi Bumi Ayu, nominasi kategori situs sejarah dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022 berhasil menempati posisi kedua (runner up) yang diumumkan di AAC Dayan Dawood Banda Aceh, Jum’at (25/11/2022) malam.

Nominasi situs sejarah API Award 2022 dimenangkan oleh Benteng Trumon, di Dusun Batee, Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon. Sedangkan, peringkat ketiga diraih oleh Meriam Honisuit Kabupaten Bengkulu Selatan.

Baca: Mengungkap Fakta Candi Bumi Ayu di Kabupaten PALI

Sejarah Candi Bumi Ayu

Situs Candi Bumi Ayu terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kawasan Candi Bumiayu dibangun pada abad ke 8-9 Masehi. Kemudian berkembang hingga abad ke-12 Masehi. Masyarakat Hindu saat itu mendirikan candi Bumiayu pada meander Sungai Lematang.

Kompleks percandian dikelilingi oleh sungai-sungai kecil yang mampu mengalirkan luapan air pada musim hujan sehingga kawasan candi terbebas dari banjir.

Di kawasan ini ditemukan berbagai artefak seperti arca Siwa Mahadewa, arca Agastya, dua buah Yoni, dan arca nandi. Selain itu juga ditemukan arca Stambha dan dua buah arca yang belum dikenal.

Menurut E.P Tombrink

Situs Cagar Budaya Kemendikbud menyebut, situs Bumiayu dilaporkan pertama kali oleh E.P Tombrink tahun 1864 dalam buku “Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang.”

Tombrink saat kunjungan ke daerah Lematang Ulu melaporkan ada peninggalan Hindu berupa arca sebanyak 26 buah yang beberapa diantaranya berupa arca Nandi. Sedangkan, di Lematang Ilir ditemukan runtuhan candi dekat Dusun Tanah Abang dan relief burung kakatua yang sekarang disimpan di Museum Nasional.

Menurut AJ Knaap

Kemudian, pada tahun 1904 seorang kontrolir Belanda, A.J Knaap melaporkan bahwa di wilayah Lematang ditemukan reruntuhan bangunan bata setinggi 1.7 meter. Reruntuhan tersebut merupakan bekas keraton Gedebong-Undang.

Dalam majalah Oudheidkundig Verslag, F.D.K. Bosch menyebutkan, bahwa di Tanah Abang ditemukan sudut bangunan dengan hiasan figur makhluk ghana dari terrakota, sebuah kemuncak bangunan berbentuk seperti lingga, antefiks, dan sebuah arca tanpa kepala.

Pada tahun 1936 F.M. Schnitger juga telah menemukan tiga buah runtuhan bangunan bata, pecahan arca Siwa, dua buah kepala Kala, pecahan arca singa, dan sejumlah bata berhias burung. Artefak-artefak yang dibawa Schnitger itu saat ini disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang.

Itulah sejarah Candi Bumi Ayu yang jadi runner pada API Award 2022. TIM SAFIR