Sejarah Partai Politik Masa Penjajahan Belanda dan Jepang

Munculnya partai modern pertama di Indonesia.

Pendiri Indische Partij Tjipto Mangoenkoesoemo, Ki Hadjar Dewantara), dan Danurdirja Setiabudhi (Ernest Douwes Dekker).

Safir.id–Partai politik menjadi salah satu pilar dalam demokrasi di Indonesia. Tanpa adanya partai politik, proses demokrasi di Indonesia tidak akan bisa jauh melangkah sampai ke Pemilu 2024.

Partai politik di Indonesia sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Perjalanan partai politik bisa dibagi menjadi lima era yaitu: masa penjajahan Belanda dan Jepang, masa setelah kemerdekaan Indonesia, masa orde lama, masa orde baru sampai memasuki era reformasi saat ini.

1. Partai Politik Masa Penjajahan Belanda

Lahirnya partai politik pada masa penjajahan Belanda, tak lepas dari berdirinya pergerakan Nasional Budi Utomo tahun 1908. Organisasi pergerakan nasional untuk priyayi itu, memicu munculnya partai politik.

Budi Utomo dibentuk karena kondisi bangsa Indonesiag saat itu menderita dan disiksa oleh Belanda. Hanya sebagian kecil pemuda dan pelajar yang bisa menikmati pendidikan. Atas dasar itu, mereka mendirikan perkumpulan Budi Utomo dengan tujuan untuk memajukan rakyat dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kebudayaan.

Partai modern pertama pada masa Belanda adalah Indische Partij (Desember 1912), sekaligus menjadi pelopor munculnya organisasi-organisasi politik di zaman pra kemerdekaan. Baik organisasi politik yang bersifat ilegal maupun legal.

Indische Partij hanya bertahan 8 bulan, karena ketiga pemimpin mereka dibuang ke Kupang, Banda, Bangka serta diasingkan ke Nederland. Setelah beberapa tahun diasingkan, Ki Hajar Dewantara dan Dr. Setyabudi kembali ke Indonesia dan mendirikan partai politik bernama National Indische Partij (NIP) tahun 1919.

Keduanya juga memelopori lahirnya beberapa partai politik lain yakni Indische Social Democratische Verening (ISDV), Partai Nasional Indonesia, Partai Indonesia dan Partai Indonesia Raya.

Dua tahun kemudian, muncul ISDV (Indische Sosial Democratishe Vereniging) tepatnya Mei 1914. Setelah itu, beberapa partai politik dengan berbagai macam ideologi, baik itu Islam, sekuler, nasionalis, dan komunis terbentuk. Seperti Indische Katholike Partij (November 1918), Partai Komunis Indonesia (Mei 1920), PNI (Juli 1924), Partai Rakyat Indonesia (September 1930), Parindra (Januari 1931), Partai Indonesia (April 1931) dan Gerindo (Mei 1937).

Lahirnya Fraksi Saat Masa Belanda

Setelah beberapa partai politik terbentuk, Belanda membentuk dewan rakyat bernama Volksraad yang merupakan badan seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun 1939.

Maka, pada tahun itu, sudah terdapat beberapa fraksi seperti: Fraksi Nasional dibawah kepemimpinan M. Husni Thamin, Fraksi Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-Putera (PPBB) dibawah kepemimpinan Prawoto, dan Fraksi Indonesische Nationale Groep dibawah kepemimpinan Muhammad Yamin.

Pada masa itu juga, ada gabungan dari partai-partai politik di luar Volksraad dan menjadi dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (KRI) seperti: Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Majelisul Islami A’laa Indonesia (MIAI), dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI).

2. Partai Politik Masa Penjajahan Jepang

Meskipun, pada masa penjajahan Belanda partai politik bermunculan, namun pada masa penjajahan Jepang malah sebaliknya.

Pada masa kependudukan Jepang, kehadiran partai politik sebagai suatu organisasi tidak diakui. Meskipun demikian, tokoh–tokoh politik masih berperan penting dalam proses mencapai kemerdekaan. Hal itu bisa dilihat saat terbentuknya BPUPK dan PPKI oleh pemerintahan Jepang, dimana diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang sebelumnya merupakan pimpinan partai politik.

Partai-partai politik yang ada sebelum kemerdekaan umumnya bersifat ideologis serta memiliki fungsi dan program utama untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Partai–partai tersebut menjalankan fungsinya menjadi penyalur aspriasi masyarakat untuk mencapai kemerdekaan, serta menjalankan fungsi rekrutmen politik sehingga lahir tokoh nasional dan wakil rakyat yang menjadi anggota Volksraad.

Itulah gambaran singkat sejarah partai politik Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. TIM SAFIR