Sejarah Paskibraka yang Dikukuhkan Bupati PALI Heri Amalindo

Bupati PALI Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM mengukuhkan anggota Paskibraka di Gedung Arsendora Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Selasa (15/8/2023) malam. (Foto Istimewa)

Safir.idBupati PALI Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM mengukuhkan anggota Pengibar Pasukan Bendera Pusaka (Paskibraka) di Gedung Arsendora Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Selasa (15/08/2023) malam.

Bupati Heri Amalindo saat pengukuhan mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang mendapat amanah dan kehormatan sebagai pasukan pengibar bendera HUT ke-78 RI Tahun 2023 tingkat Kabupaten PALI.

“Pada momentum peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tahun 2023 ini jiwa nasionalisme dan patriotisme, kepeloporan serta kepemimpinan yang terbentuk, harus mampu dijaga dan terus di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. sebagai putra-putri indonesia pilihan wilayah PALI,” katanya

Heri Amalindo juga, mengucapkan terimakasih kepada para seluruh orang tua anggota paskibraka yang merupakan pahlawan, karena telah mendoakan, memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anaknya, sehingga mampu menyelesaikan proses seleksi dan latihan sangat berat.

Baca juga: Mau Ikut Agustusan Di Istana Presiden? Ini Caranya

Sejarah Paskibraka

Paskibraka dibentuk saat menjelang peringatan HUT RI ke-2 oleh ajudan Presiden Soekarno, Mayor Husein Mutahar.

Saat itu, Mayor Husein diberi tugas mempersiapkan upacara bendera pada 17 Agustus 1946 di Istana Presiden Gedung Agung, Yogyakarta.

Mayor Mutahar menunjuk lima orang pemuda sebagai perwakilan daerah untuk melakukan pengibaran bendera pusaka. Pemuda tersebut terdiri dari tiga perempuan dan dua orang pria.

Pada awalnya, Paskibraka bernama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka sampai tahun 1972. Kemudian orang kepercayaan Mayor Mutahar, Idik Sulaeman mengusulkan nama baru pada 1973, yaitu Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka).

PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA.

Baca juga: Link Download Logo HUT ke-78 RI Tahun 2023

Formasi Paskibraka

Pada saat Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1967, Husein Mutahar kembali dipercayakan mempersiapkan upacara bendera HUT RI.

Kemudian Mutahar dan Idik Sulaeman merumuskan formasi 17-8-45 yang diambil dari tanggal kemerdekaan Indonesia.

Formasi 17-8-45 dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Kelompok 17 yang bertugas menjadi pengiring atau pemandu.

Sementara itu Kelompok 8 bertugas sebagai kelompok inti pembawa dan penggerak bendera dan Kelompok 45 sebagai pengawal.

Pada tahun 1967, formasi Paskibraka 17-8-45 belum menggunakan setiap utusan dari masing-masing provinsi. Pada tahun tersebut Mutahar dan Sulaeman menunjuk pemuda Jakarta yang masih dikenal dengan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka.

Kemudian pada tahun 1968, pemerintah mulai melibatkan utusan setiap provinsi untuk menjadi anggota Paskibraka. Setiap provinsi mengirim sepasang pelajar untuk menjadi Paskibraka HUT RI, namun pada tahun tersebut belum seluruh provinsi mengirim utusannya.