Wulan Ingin Jadi Sutradara Kesenian Teater di PALI

Arieska Wulandari saat tampil dalam sebuah pertunjukan teater. (Foto Dok. Pribadi)

Safir.id—Kabupaten PALI memiliki generasi yang peduli dengan kesenian teater, setelah Arieska Wulandari, penerima program beasiswa PALI dan dan ISI Surakarta menyelesaikan studi pada Fakultas Seni Pertunjukan Program Studi Seni Teater.

Arieska Wulandari pernah memiliki project penyutradaraan, dan akting di berbagai event seperti tampil di Teater Garasi Yogyakarta, dan di Monumen Pers Nasional Surakara.

Setelah lulus nanti, Arieska Wulandari ingin menjadi sutradara kesenian teater di Kabupaten PALI, seperti drama Legenda Candi Bumi yang sudah digarapnya saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun kemarin.

Bagaimana kisah selengkapnya selama kuliah di ISI Surakarta? Berikut petikan wawancara ekslusif dengan Safir.id, Kamis (31/08/2023.

Baca juga: Novita Ingin Beri Pelatihan Kerajinan Tangan Gratis di PALI

Bagaimana Ceritanya Atau Inspirasi Sehingga Memilih Program Studi Seni Teater di ISI Surakarta?

Izin bercerita sedikit. Setelah lulus SMA, Wulan mendapat informas dari Pakde Wulan kalau Kabupaten PALI membuka Beasiswa Kerja Sama dengan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Nama Institut Seni Indonesia sangat asing bagi Wulan, maka dari itu Wulan langsung mencari informasi mengenai ISI Surakarta.

Pencarian yang Wulan lakukan memberikan keinginan yang besar untuk berkuliah di  ISI Surakarta karena ISI Surakarta memiliki 2 Fakultas yaitu Fakultas Seni Pertunjukan ( Teater, Dalang, Tari, Karawitan, Etnomusikologi dan Fakultas Seni Rupa & Desain (Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Fotografi, Film & Televisi, Desain Mode Batik, Kriya, Seni Rupa Murni, Kris Senjata Tradisional).

Memiliki passion di bidang teater menjadi alasan kuat Wulan memilih Program Studi Teater di ISI Surakarta.

Baca juga: Puja Miranda Ingin Promosikan PALI Lewat Batik dan Fesyen

Apa Pengalaman Selama Kuliah di ISI Surakarta?

Pengalaman Wulan selama kuliah di ISI Surakarta tentunya sangat menarik ya karena dilihat dari nama kampusnya saja “SENI”.

Kuliah di ISI Surakarta sangat identik dengan “tradisional” dan berfokus pada kesenian, jelas ini membuat beda dari kampus lain, karena apa yang Wulan dapat dan pelajari dibawa untuk memahami keindahan seni dan memberikan apresiasi pada segala bentuk seni.

ISI menjadikan tempat yang bebas untuk menuangkan ide dan tidak ada batasan untuk berkarya. Fakultas Seni Pertunjukan yang Wulan pilih memberikan ruang Wulan untuk selalu belajar pertunjukan dan  berkarya.

Awalnya, Wulan tidak tertarik dengan karya seni tapi setelah masuk di kampus ISI menjadikan Wulan lebih memahami cara teman-teman berkata melalui karya-karya seni mereka. Mindset seperti itu yg Wulan dapat ketika kuliah di ISI.

Baca juga: Ahli Desain Grafis, Sartika Ingin Majukan UMKM Pali